Pengunjung Mal di Jakarta Wajib Vaksin Booster Mulai Hari ini

Mall
Mall Gajah Mada Plaza. (Foto: Narsum.id/Istimewa)

“Mewajibkan vaksinasi dosis lanjutan (booster) sebagai persyaratan untuk memasuki fasilitas publik, fasilitas umum antara Iain perkantoran, pabrik, taman umum, tempat wisata, lokasi seni, budaya, restoran/rumah makan, kafe, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, dan area publik lainnya.”

Narsum.id | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta, mewajibkan vaksinasi booster bagi warga yang akan berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal di wilayahnya untuk mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19. “Kita wajibkan itu mulai hari ini kita berlakukan, aturannya mulai hari ini sampai ke depan kita laksanakan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria Senin (18/07/2022).

Menurut Riza, peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta saat ini cukup signifikan, sudah mulai masuk masa transisi dari Level 1 menjadi Level 3. “Memang ada percepatan peningkatan virus dalam 1-2 minggu terakhir. Untuk itu kami ajak seluruh warga sama-sama meningkatkan prokes. Adanya pelonggaran di level 1 harus diikuti oleh prokes kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga :   PM Italia Draghi Resmi Serahkan Pengunduran Diri ke Mattarella

Riza juga mengimbau kepada warga DKI Jakarta untuk segera melakukan vaksin tahap ke tiga atau booster di tempat yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta. “Kita ketahui adanya kematian tinggi belakangan ini karena komorbid, orang-orang di atas 40 tahun ke atas. Namun demikian cara paling efektif selain prokes vaksin ketiga atau booster,” ucapnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sebelumnya juga telah menjadikan vaksinasi booster sebagai syarat wajib bagi masyarakat untuk memasuki fasilitas umum seperti perkantoran hingga mal. Aturan ini, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 440/3917/SJ tentang percepatan vaksinasi dosis lanjutan (booster) bagi masyarakat yang ditujukan kepada Kepala Daerah, Bupati, dan Wali Kota.

Baca Juga :   Ingin Lihat Komodo? Presiden Sarankan ke Pulau Rinca, Harganya Sama

“Mewajibkan vaksinasi dosis lanjutan (booster) sebagai persyaratan untuk memasuki fasilitas publik, fasilitas umum antara Iain perkantoran, pabrik, taman umum, tempat wisata, lokasi seni, budaya, restoran/rumah makan, kafe, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, dan area publik lainnya,” sebut SE point B nomor 1.

Bagi masyarakat yang tidak bisa divaksinasi karena alasan kondisi kesehatan khusus dikecualikan, dengan mensyaratkan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit/Fasilitas Kesehatan Pemerintah dan anak usia di bawah 18 (delapan belas) tahun.

Baca Juga :   Cryptocurrency Exchange Zipmex Hentikan Penarikan

Mendagri juga menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah melakukan percepatan vaksinasi booster mulai dari tingkat RT/RW hingga tempat umum. Percepatan disarankan melibatkan tokoh agama hingga organisasi masyarakat.

“Melaksanakan percepatan vaksinasi dosis lanjutan (booster) sampai dengan tingkat pemerintahan berbasis kecamatan, kelurahan, desa, Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), organisasi masyarakat dan organisasi pemuda,” tandas Mendagri.

Baca Juga :   BNN Ungkap Pabrik Sabu di Perumahan Elite Sukajadi Batam

“(Kemudian) organisasi profesi, perguruan tinggi ilmu kesehatan yang memobilisasi dokter muda, perawat, dan sumber daya manusia lainnya, Menggencarkan pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan (booster) secara terpusat di tempat-tempat umum antara lain seperti kantor, pabrik, tempat ibadah, pasar, dan terminal,” tambahnya.[]