Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Mulai 1 Agustus, Begini Penjelasan Menparekraf

Komodo

“Kita akan fokus kepada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dan tentunya akan memberikan manfaat bukan hanya dari sisi ekonominya saja, tapi juga dari sisi pelestarian lingkungan dan segala aspek.”

Narsum.id | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, bahwa kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi Rp3.750.000 dimaksudkan untuk biaya konservasi nilai jasa ekosistem lingkungan di kawasan tersebut. Harga terbaru itu rencananya bakal dirilis resmi pada 29 Juli 2022 dan diterapkan mulai 1 Agustus mendatang, berlaku sama rata untuk turis asing maupun wisatawan lokal.

Menurut Menparekraf, biaya tersebut merupakan total keseluruhan dari biaya konservasi nilai jasa ekosistem selama satu tahun yang diperoleh melalui kajian dari para ahli. Nilai jasa ekosistem adalah sumber daya alam yang menunjang keberlangsungan kehidupan makhluk hidup, seperti air, oksigen, sumber makanan, dan mencakup pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh wisatawan. Selain itu, biaya tersebut sudah termasuk dengan tiket masuk kawasan TNK dan pemberian souvenir buatan masyarakat sekitar Pulau Komodo bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Baca Juga :   Diare Akibat Virus Berbeda dengan Diare Akibat Bakteri

“Ini merupakan suatu keinginan bagi tugas dan tanggung jawab kita masing-masing untuk menjaga kelestarian dari apa yang dititipkan kepada kita untuk nanti jutaan dan puluhan juta tahun ke depan karena Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan karunia kekayaan alam yang perlu kita jaga bersama,” katanya dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, dikutip Rabu, (13/07/2022).

Menurut penilaian Sandiaga, kebijakan ini bisa menarik lebih banyak wisatawan yang menghargai upaya konservasi dan ikut membangun destinasi-destinasi lain di Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi wisata unggulan. Selain itu, biaya konservasi ini diharapkan dapat menunjang upaya pemerintah untuk menjaga kelestarian alam serta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo.

Baca Juga :   Naikkan Suku Bunga, ECB Sediakan Bantuan Bagi Negara Debitur Besar

“Jadi menurut saya kita akan fokus kepada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dan tentunya akan memberikan manfaat bukan hanya dari sisi ekonominya saja, tapi juga dari sisi pelestarian lingkungan dan segala aspek,” tegasnya.

Sementara Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara mengungkapkan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pemprov NTT dalam melakukan kajian yang berkesimpulan bahwa penting untuk membatasi kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya ke Pulau Komodo dan Pulau Padar menjadi sebanyak maksimal 200 ribu orang per tahun agar kelestarian komodo tetap terjaga. “Pembatasan wisatawan (bertujuan) agar komodo tetap lestari ke depannya,” kata Lukita. []

Baca Juga :   BNN Ungkap Pabrik Sabu di Perumahan Elite Sukajadi Batam