Meningkatnya Kasus Covid di Filipina Jadi Tantangan Awal Bagi Marcos

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (Foto: Narsum.id/Twitter @bongbongmarcos)

Narsum.id | Jakarta – Angka kasus infeksi virus corona dan demam berdarah meningkat di Filipina. Hal itu menimbulkan tantangan awal bagi pemerintahan baru Presiden Ferdinand Marcos Jr. lantaran jabatan kepala kesehatan masih kosong hingga saat ini.

Data departemen kesehatan Filipina menunjukkan, selama periode Januari hingga akhir Juni tahun ini, tercatat ada lebih dari 65.000 orang yang telah terinfeksi demam berdarah. Angka itu meningkat 90% dibanding tahun lalu.

Sementara itu, kasus Covid-19 naik 39% dalam pekan yang berakhir 10 Juli dari minggu sebelumnya, dengan jumlah rata-rata harian hampir 1.500 kasus.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, jumlah virus corona harian terakhir menembus angka 1.000 pada awal Maret. Namun, hanya 17% tempat tidur unit perawatan intensif yang terisi.

Baca Juga :   Snap Bakal Memperlambat Perekrutan Akibat Suramnya Finansial

Marcos, yang diisolasi setelah terinfeksi Covid-19, belum menunjuk sekretaris kesehatan lebih dari seminggu setelah menjabat.

Sebagai presiden Filipina, dia berencana meningkatkan vaksinasi dan memperbaiki “kekurangan” dalam respons pandemi, lantaran dia berjanji untuk tidak memberlakukan penguncian atau lockdown skala besar yang bisa merugikan ekonomi.[]