Singapura Desak Lansia Dapatkan Vaksin Booster

Ilustrasi vaksin. (Foto: Narsum.id/Pixabay/Alexandra_Koch)

Jakarta | Singapura memperkirakan gelombang baru kasus Covid-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan. Terkait hal itu, pemerintah Singapura kembali menegaskan agar para lansia mendapatkan suntikan vaksin booster untuk menghindari risiko penyakit serius.

Saat ini, ada sekitar 80.000 orang berusia 60 tahun ke atas di Singapura yang belum mendapatkan vaksin booster.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di Facebook, bahwa suntikan vaksin ketiga secara drastis mengurangi kemungkinan membutuhkan perawatan intensif atau kematian di kalangan manula.

“Kamu harus mengambil boostermu. Jadi jangan tunda lagi,” kata Ong seperti dikutip dari Bloomberg.

Baca Juga :   Ingin Lihat Komodo? Presiden Sarankan ke Pulau Rinca, Harganya Sama

Berdasarkan data di situs web Kementerian Kesehatan Singapura, tingkat pertumbuhan infeksi minggu-ke-minggu di Singapura, ukuran untuk melacak penyebaran komunitas Covid-19, tetap di atas 1 sejak 14 Juni.

Namun, sebanyak 99,7% kasus memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, yang memungkinkan pemerintah untuk terus melonggarkan pembatasan.

Sebelumnya, negara kota ini telah membanggakan pencapaiannya sebagai salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan 92% dari 5,5 juta penduduknya diinokulasi melawan Covid-19, sementara 77% telah menerima vaksin booster.[]