Mantan Chairman Bamboo Airways Diduga Manipulasi Saham, Ajudan Kena Getahnya

Salah satu armada pesawat Bamboo Airways. (Foto: Narsum.id/Twitter @bamboo_airways)
Salah satu armada pesawat Bamboo Airways. (Foto: Narsum.id/Twitter @bamboo_airways)

Jakarta | Kepolisian Vietnam menahan ajudan mantan Chairman Bamboo Airways Trinh Van Quyet sebagai bagian dari penyelidikan yang meluas dalam dugaan manipulasi saham di pengembang real estate FLC Group.

Selain itu, kementerian keamanan publik menyatakan di situsnya bahwa akuntan FLC Trinh Thi Minh Hue yang disebut sebagai saudara perempuan Quyet, akan ditahan selama tiga bulan.

Sebelumnya pada 29 Maret, polisi telah menahan Quyet sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan manipulasi saham dan penyembunyian informasi dalam kegiatan sekuritas.

Komisi Sekuritas Vietnam telah mendenda Quyet senilai 1,5 miliar dong atau sekitar Rp 936,9 juta karena menjual 74,8 juta saham FLC pada 10 Januari tanpa mengungkapkannya terlebih dahulu sebagaimana diwajibkan oleh hukum. Quyet diskors dari perdagangan selama lima bulan.

Baca Juga :   AS Bakal Mengirim Lebih Banyak Sistem Roket ke Ukraina

Head of Institutional Sales at SSI Securities Corp Nguyen Anh Duc menilai, penyelidikan yang meluas ini dapat membebani rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Bamboo Airways di Amerika Serikat (AS).

Melansir Bloomberg News, Quyet tahun lalu mengatakan bahwa Bamboo berencana mengumpulkan sekitar USD 200 juta dalam IPO di AS.

Menurut Duc, penyelidikan yang dapat meluas ke aspek lain dari operasi FLC dan Bamboo Airways, kemungkinan akan mempengaruhi kepercayaan pasar terhadap perusahaan tersebut.[]