Omicron Terkendali, Pemerintah Buka Bandara Internasional Yogyakarta, Medan, dan Makasar

Pesawat di Bandara
Ilustrasi Pesawat di Bandara. (Foto: Tantri Lestari)
Pesawat di Bandara
Ilustrasi Pesawat di Bandara. (Foto: Tantri Lestari)

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa kapasitas penerbangan internasional Indonesia masih jauh dari normal. Oleh sebab itu, Pemerintah kembali membuka bandara internasional.

“Pemerintah akan melakukan langkah-langkah di antaranya membuka bandara internasional di antaranya Yogyakarta, Medan dan Makasar,” tuturnya dalam keterangan Pers terkait Hasil Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin, (04/04/2022).

Pernyataan ini seiring dengan terkendalinya varian covid-19, Omicron di Tanah Air berdasarkan data-data secara nasional. Adapun dalam waktu kurang dari tiga bulan kasus harian telah menurun sangat tajam hingga 97 persen dari puncak kasus yang disebabkan varian Omicron. Selain itu, kasus aktif secara nasional juga turun hingga 83 persen dari puncak kasus yang lalu, saat ini sudah berada di bawah 100 ribu.

Sementara berdasarkan data Global Normalcy Index yang dikeluarkan majalah the Economist, nilai Indonesia saat ini berada di angka 68 dari 100 sebagai kondisi normal. Nah, menurut Menko Luhut, salah satu yang masih harus diperbaiki adalah kapasitas penerbangan internasional yang masih jauh dari normal.

Baca Juga :   Ingin Lihat Komodo? Presiden Sarankan ke Pulau Rinca, Harganya Sama
bandara
Ilustrasi ruang tunggu bandara. (Foto: Freepik)

Untuk itu, Selain membuka bandara internasional seperti Bandara Yogyakarta, Medan dan Makasaar, pemerintah juga akan terus merelaksasi kebijakan visa hingga mendekati aturan sebelum pandemi.

“Aturan entry test PPLN masuk Indonesia juga akan kita relaksasi, sehingga jumlah penerbangan yang 4 masuk dapat meningkat tanpa menyebabkan penumpukan di bandara.Untuk detail mengenai hal ini masih akan dibahas dan diputuskan. Dan akan segera berlaku apabila SE Satgas telah dikeluarkan,” ungkap Menko Luhut.

Ia juga menegaskan, bahwa penggunaan Peduli Lindungi dan vaksinasi masih menjadi alat utama untuk menjaga peningkatan kasus Covid-19 di tengah pemulihan ekonomi dan mobilitas yang berjalan cepat. Untuk itu Pemerintah meminta secara khusus kepada seluruh Forkompimda seluruh Jawa Bali agar terus memaksimalkan capaian vaksinasi dosis kedua dan booster. []