Travel Revenge Sedang Tren di Korea Selatan

travel
Ilustrasi orang memegang tiket pesawat. (Foto:Pixabay)
travel
Ilustrasi suasana di bandara. (Foto:Pixabay)

Jakarta – Travel revenge warga Korea Selatan (Korsel) atau perjalanan balas dendam, tren di media sosial. Travel revenge, dilakukan warga Korsel dengan berebut memesan perjalanan ke luar negeri yang selama 2 tahun lebih telah tertunda akibat virus corona.

Travel revenge dimulai setelah Senin (21/03/2022) Korea Selatan mencabut karantina wajib 7 hari untuk pelancong yang divaksinasi penuh. Penjualan tiket penerbangan luar negeri unit e-commerce SK Telecom pun, melonjak lebih dari 8 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ketika pencabutan karantina diumumkan.

Jajak pendapat menunjukkan orang-orang kurang khawatir tentang implikasi dari tertular virus, dan semakin melihat pencegahannya di luar kendali mereka.

Maskapai dan agen perjalanan juga telah melaporkan ledakan permintaan untuk rute ke Hawai, Saipan dan Guam, serta beberapa tujuan di Eropa dan Asia Tenggara dimana wisatawan yang menyerahkan sertifikat vaksinasi atau hasil tes negatif dibebaskan dari karantina.

Baca Juga :   Ingin Lihat Komodo? Presiden Sarankan ke Pulau Rinca, Harganya Sama
travelling
Ilustrasi travelling. (Foto:Pixabay/pasja1000)

Adapun Saipan dan Guam memiliki perjanjian gelembung perjalanan dengan Korea Selatan. Mereka menawarkan tes Covid gratis serta membayar biaya karantina jika seorang pelancong dinyatakan positif. Bahkan, untuk setiap warga Korea Selatan yang mengunjungi Saipan dibesi insentif US$100 untuk uang perjalanan yang harus dibelanjakan di sana.

Selanjutnya ada Interpark Corp yang melaporkan pemesanan penerbangan untuk Oseania antara 11-22 Maret tumbuh 324% dibanding periode sama tahun 2021. Peningkatan untuk Asia Tenggara mencapai 268 persen dan 262 persen untuk pemesanan Eropa. Interpark juga mencatatkan rekor penjualan 5.200 paket wisata Hawaii hanya dalam waktu 70 menit pada hari Minggu, (27/03/2022).

Sedangkan Unit belanja rumah CJ Corp, menerima sekitar 2.800 pesanan untuk perjalanan ke Spanyol dan Italia dalam satu jam pada hari yang sama, dengan total 15 miliar won (US$12,41 juta), atau beberapa hari setelah mengumpulkan 9 miliar won dari penjualan paket Hawai. []