Nokia Gugat Vivo Terkait Hak Paten Senilak Rp 597 Miliar

Nokia
ilustrasi Nokia. (Foto:Narsum.id/Ist)
Nokia
ilustrasi Nokia. (Foto:Narsum.id/Ist)

Narsum.id – Nokia Technologies melayangkan gugatan atas hak paten senilai 597 miliar rupiah kepada Vivo Mobile Indonesia, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Gugatan Nokia kepada Vivo, berkaitan dengan hak paten Persinyalan Modulasi Tambahan untuk Akses Paket Hubungan Kecepatan Tinggi yang telah terdaftar di Kemenkumham.

Dalam salah satu poin gugatan di sebutkan, VIVO sebagai pihak Tergugat di minta menghentikan pembuatan hingga penjualan Produk-Produknya yang mengandung Hak Paten milik NOKIA Technologies, khususnya untuk semua produk ponsel VIVO yang mengimplementasikan teknologi HSDPA.

“Nokia meminta majelis hakim menerima seluruh gugatan,” bunyi petitum Nokia dikutip Senin (14/032022). Adapun tututan lainnya, yakni:

1. Menyatakan tergugat telah melakukan pelanggaran terhadap paten penggugat dengan nomor pendaftaran IDP000031184 berjudul ‘Persinyalan Informasi Modulasi Tambahan untuk Akses Paket Hubungan.

Baca Juga :   Ingin Lihat Komodo? Presiden Sarankan ke Pulau Rinca, Harganya Sama

Turunan Kecepatan Tinggi’ dengan memproduksi, menjual dan/atau menyediakan untuk dijual produk-produk Tergugat dengan merek VIVO yang mengimplementasikan HSDPA dengan dukungan 64QAM (yang merupakan suatu fitur dari HSPA+ dan umum diindikasikan dengan H+ pada ponsel).

2. Memerintahkan tergugat menghentikan pembuatan, penjualan dan/atau menyediakan untuk dijual produk-produk tergugat yang mengandung paten penggugat, khususnya semua ponsel yang menggunakan merek VIVO yang mengimplementasikan HSDPA dengan dukungan untuk 64QAM (yang. merupakan fitur HSPA+ dan biasanya ditandai dengan H+ pada ponsel)

3. Memerintahkan tergugat membayar ganti rugi Rp 597,3 miliar atas kerugian material yang diderita Penggugat akibat perbuatan pelanggaran paten yang dilakukan oleh tergugat.

4. Menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.

Baca Juga :   Mahfud MD: Musuh Kita KKB Bukan Rakyat Papua

Gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara 18/Pdt.Sus-HKI/Paten/2022/PN Niaga Jkt.Pst seperti dikutip dari situs infomrasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/03/2022).

Dalam gugatan tersebut, pihak Nokia diwakili oleh Anastasia Dwiputri SH. LL.M dan sidang Pertamanya akan dilakukan pada 31 Maret 2022 mendatang.[]