Otoritas Amerika Serikat Selidiki Bisnis Pay Later

Daily News Indonesia | Jakarta – Biro Perlindungan Keuangan Konsumen atawa Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) Amerika Serikat (AS) menyelidiki Perusahaan financial technology (fintech) seperti PayPal Holdings Inc, Affirm Holdings Inc, dan Afterpay Ltd. Bloomberg pada Minggu (19/12/2021) melaporkan, bahwa mereka diselidiki atas layanan pay later.
Dalam penyelidikan tersebut, regulator meminta informasi dari perusahaan-perusahaan itu terkait kualitas kredit peminjam, kemungkinan terlibat dalam peraturan arbitrase, hingga masalah penggunaan data pribadi konsumen.

Menurut Direktur CFPB Rohit Chopra, pihaknya juga meminta informasi pelaku usaha tentang praktik dan risiko industri. Untuk menyelidiki fintech, regulator setempat juga bekerjasama dengan otoritas moneter di AS, Federal Reserve, pejabat negara bagian, dan regulator internasional. 
Sejatinya langkah penyelidikan oleh CFPB, untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat tentang operasional layanan perusahaan teknologi keuangan tersebut. []